Pemanfaatan kompos sebagai pupuk organik dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang dapat mencemari lingkungan. Kompos juga membantu mengurangi jumlah limbah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan demikian, kompos merupakan produk yang bernilai dari daur ulang limbah organik, dengan manfaat yang luas dalam pertanian, kebun, taman, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, pelatihan pembuatan pupuk kompos yang dilaksanakan di Desa Pangarungan Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan (20/12/2024), sangat bermanfaat dalam meningkatkan minat petani untuk membuat dan menggunakan pupuk organik di lahan pertanian mereka.
Menurut Bapak Yusuf Bahri Nasution Pj. Kades Pangarungan, kegiatan ini sangat bermanfaat dan diharapkan akan ada pelatihan dengan topik-topik seputar pertanian lainnya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian Desa Pangarungan. Para petani yang hadir juga antusias mengikuti pelatihan ini hingga akhir dan aktif memberikan pertanyaan serta saran-saran tentang pengalaman mereka dengan pembuatan kompos. Pelatihan ini menjadi wadah belajar dan berbagi pengalaman di kalangan petani.
Untuk membuat kompos dengan EM4, campurkan EM4 dengan molase/gula dan air, lalu diamkan sebentar (sekitar 24 jam) untuk mengaktifkan mikroorganisme. Kemudian, siramkan atau kocor larutan tersebut ke campuran bahan organik seperti limbah pertanian, kotoran ternak, dan tanah atau dedak, pastikan bahan lembap dan tertutup rapat di tempat teduh agar proses penguraian berjalan optimal.