Posted by : Makmur Siregar, SE
Dalam upaya mempercepat swasembada pangan Nasional, kegiatan penanaman jagung digelar di Desa Mampang dan Desa Binanga II Kabupaten Labuhanbatu Selatan, SUMUT, Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan luas tambah tanam (LTT) jagung yang dilaksanakan pemerintah, dengan melibatkan Polri sebagai mitra strategis.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang diwakili PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), TAPM Labuhanbatu Selatan (Syahrul H. Sihaloho dan Makmur Siregar), serta Pemerintah Desa Mampang.
Program Nasional:
Program ini secara masif dijalankan di seluruh Indonesia dengan target penanaman jagung seluas 1 juta hektar pada tahun 2025, dengan harapan dapat memproduksi hingga 10 juta ton jagung.
Tujuan Ganda:
Selain untuk ketahanan pangan, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal dengan memberikan pendampingan, bantuan bibit dan pupuk, serta memastikan harga beli yang stabil dan layak.
Sinergi Lintas Sektor:
Kegiatan ini melibatkan sinergi antara berbagai pihak seperti Polri, pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, kelompok tani, dan swasta, yang menunjukkan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.
Pemanfaatan Lahan:
Program ini memanfaatkan lahan yang sebelumnya belum tergarap atau kurang optimal untuk pertanian, sehingga dapat meningkatkan produktivitas secara nasional.
Pendampingan Berkelanjutan:
Pihak kepolisian berkomitmen untuk memberikan pendampingan secara berkelanjutan, mulai dari persiapan lahan, penanaman, hingga masa panen, untuk memastikan program berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemanfaatan Teknologi:
Dalam implementasinya, beberapa kegiatan juga memanfaatkan teknologi, seperti peluncuran Aplikasi Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan, yang berfungsi sebagai penghubung antara berbagai pihak.
Diharapkan, program ini dapat mendorong peningkatan hasil panen jagung secara signifikan, memperkuat ketersediaan pangan lokal, serta memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat Desa setempat.

